Babbling Space ║ Ulfatu Wirdah

One Kind Word Can Change Someone's Entire Day

Sunday, April 16

EMOSI

Tulisan ini di dedikasikan untuk makhluk-makhluk Tuhan yang kesabarannya setipis rambut dibelah tujuh.
Lebih tepatnya aku yang gampang emosi semisal gara-gara paket yang gak nyampe (sorry to abang kurir) :(
Walaupun aku meng-klaim diriku orang yang gak bisa marah dan gak pernah punya musuh juga, tapi kadangkala untuk mengatur emosi dan kesabaran itu susah.

Btw sebelum masuk ke pembahasan yang lebih serius, cuma mau mengingatkan kalau fakta dari UNESCO, Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca kita sangat rendah dan memprihatinkan. Menurut data dari UNESCO hanya 0,001% , yang artinya dari 1000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang membaca.
Jadi, terimakasih banyak yang belum skip dan memilih tetap stay disini.
Pinterest.com
Oke back to the topic, jadi menurut Goleman (2017), kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang mengatur emosi, menjaga emosi, dan pengungkapan melalui kesadaran diri, pengendalian diri, empati, motivasi diri, dan keterampilan sosial.
Meskipun tidak seterkenal kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional berperan penting dalam mengenali emosi yang kamu rasakan. Selain itu, kecerdasan emosional juga memberikan perasaan empati dan peka terhadap lingkungan sekitar. 
Jika kamu memiliki kecerdasan emosional yang baik, kamu akan mudah mengatasi permasalahan sosial yang ada di lingkungan kamu. Selain itu, kecerdasan emosi dapat memberikan kesehatan mental yang stabil.

Nah, gimana caranya untuk mengatur perasaan emosi itu?
Pinterest.com
Pertama, jujur sama perasaan, bilang nggak baik-baik aja kalau emang lagi nggak baik-baik aja tapi bukan maksudnya banyakin ngeluhnya yaa, maksudnya dengan sewajarnya aja.

Kedua, berani bilang enggak atau menolak sesuatu yang emang bertentangan dengan prinsip dan diluar kemampuan kita. 

Ketiga, punya empati yang tinggi contohnya kalau dihadapkan dengan suatu masalah, kalem dulu, analisis baru bertindak.

Keempat, tidur yang baik. Kenapa orang yang tidurnya gak cukup misal cuma bisa tidur sehari 3 jam dia sering marah-marah? Karena ada racun di neuron yang harus dibuang saat tidur. Kalau gak punya kualitas tidur yang baik racunnya gak akan keluar dan cenderung jadi lebih emosional.

Kelima, Berusaha mengelola depresi saat galau atau lagi putus cinta. Iya gak gampang, emosi itu datangnya cepat tapi coba berusaha memproses perasaan negatif itu dengan lambat, nah setelah lebih netral perasaannya diubah jadi motivasi, yang tadinya niat pengen nyantet mantan berubah pengen jadi wanita se elegant Anna Bey. 

Terakhir, prinsip yaudah. Aku paling suka dengan kata "Unbothered" (terserah, gapeduli).
Belakangan ini sering pasrah dan hanya kata "yaudahlahya" sebagai penyemangat akibat ketidak pastian duniawi. Kata "unbothered, tereserah, yaudah" bukan berarti pasrah gitu aja. Tapi ada usaha dan doa didalamnya, sisanya serahin sama Allah SWT. 
Selalu ingat profesi, harta, rupa, dll tidak untuk dibandingkan. Gak apple to apple kayak ikan yang bisa berenang dibandingkan dengan burung yang bisa terbang. Semua makhluk punya takdirnya masing-masing. Dalam hidup yang penting selalu belajar dan berusaha untuk tidak menghina dan tidak membiarkan diri sendiri terhina. Kalaupun masih ada yang tetap menghina, thank you, next, skip.

Intinya, kecerdasan emosional ini gimana caranya kita bisa mengkomunikasikan amarah dengan cara yang baik karena ini proses seumur hidup.
Bukan berarti aku bacotable nulis gini aku sepenuhnya udah stabil. NO.! Akupun masih belajar.
Ditambah beberapa hari ini yang panasnya Subhanallah luar biasa. Pulang kerja buka pintu kamar udah kayak buka pintu neraka, dan beberapa hari lagi menuju Lebaran menyiapkan diri untuk tidak emosi mendengar pertanyaan "kapan". Walaupun udah wanti-wanti dari sekarang kalau ada pertanyaan itu, anaknya gak ku kasi THR. LOL
________________________

"i am leaving soon, take care of your iman"
              - Ramadhan

Semoga dipertemukan kembali tanpa kekurangan satu apapun, dan semoga amalan dan ibadah kita semua diterima oleh Allah SWT. Aamiin Yaa Rabb 🤲😭


References :


No comments:

Post a Comment