Juni oh Juniii..
Sudah sangat lama tidak meng-update kehidupan disini :(
Alhamdulillah masih hidup.
Terniat untuk menulis setelah sekian lama, biar gak busuk ceritanya jadi harus tetap di simpan disini.
Hmm okelah aku emang gak bisa terlalu banyak mukodimah, intinya sekarang aku mau nulis disini sebagai update kehidupan dan pengingat bahwa kini sudah sampailah aku di bab baru kehidupan dengan sub tema "Menikah"
Seriuuuss udah nikah? Sama siapa? Kapan?
Nahh itu bakal aku ceritakan satu-satu
(nyengir)
Pertama-tama, memang aku pribadi bukan tipikal yg suka mengumbar sesuatu hal yg aku jaga, salah satunya hubungan per-tjinta-an, like private but not secret.
(aseek)
Awalnya banyak yg terheran kenapa tiba-tiba ngundang mau nikah padahal udah terencana sekian lama dengan hubungan 7 tahun.
Ya, tujuh taon.
Oke lets talk about him, my hubby, my buncit.
His name is miw.
I can't imagine before that i will married with you. We've been through good or bad things before.
Segala gak enak selama 7 tahun ini udah dilewati, ldr di Jogja hampir setahun dan di Jepang 3 tahun.
Kalau di ingat-ingat dulu kita sering berantem mungkin karena jarak juga, dulu love language kita kayaknya physical attack ya hobi bertikai gak mau ngalah.
Emang udah tabiat anak nomor dua yang sama-sama batu.
Tapi kalau sekarang di ingat waktu itu jadi lucu, dan pastinya seiring berjalannya waktu kita sama-sama belajar dan dewasa. Apalagi setelah menikah aku rasa hidupku jauh lebih tenang dibandingkan sendiri dulu.
Emang bener sih salah satu surah yg sering dicantumin di undangan-undangan itu Surah Ar-Rum Ayat : 21
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir."
Masya Allah, Alhamdulillah..
Today is 50 days since we got married, April 17 2024.
You complete me, my hubby.
Now, i can't imagine life without you, for real.
No matter if we annoying, arguing each other. Since we kinna stuck to each other and there is no exit, and that is a love and commitment.
50 days and still counting till jannah insya Allah.
Now we talk about Hijrah.
Setelah 2 minggu nikah, kami pindah kota dengan niat untuk hidup yg lebih baik.
Salah satu keinginan setelah menikah untuk hijrah dan jauh dari keluarga biar bisa mandiri.
Aku pribadi yg gak pernah jauh dari orangtua selama 27 tahun hidup, sekolah, kuliah sampai kerja gak pernah jauh dari rumah.
Walaupun awal pindah selalu ada drama air mata yg gak bisa ditahan ingat keluarga di rumah, ninggalin kerjaan dan teman2 disana, tapi bersyukur my hubby ada sebagai penguat. Thanks hubby..
And the last for my hubby,
Meskipun dunia pernikahan diluar sana banyak menunjukkan sisi gelap pernikahan dan hubungan yang terlihat baik-baik saja tapi penuh pengorbanan dan perjuangan dalam pernikahannya.
Kita tetap memilih untuk menikah karena pernikahan adalah ibadah terpanjang, setiap pasangan pasti punya ujiannya masing-masing tapi selalu ingat kata orang baik ntah siapa namanya yg mengatakan "jangan pernah lompat dari kapal sebesar apapun gelombang arusnya tetaplah bertahan"
Mari kita wujudkan sakinah, mawaddah, warahmah sampai jannah itu, Aamiin Yaa Rabb..
Sedikit dokumentasi :
![]() |
| Takkan Melayu Hilang Di Bumi ✨ |
![]() |
| Packing 🥺 |
![]() |
| Feeling mau resign jadi poto pencitraan dulu 😁 |







No comments:
Post a Comment